INILAH BAGIAN PENTING KULIAH PERDANA PASCASARJANA INSTIKA 2016

INSTIKA Sabtu, 1 Oktober 2016 10:59 WIB
847x ditampilkan Berita

Berikut ini adalah bagian-bagian penting Kuliah Perdana Pascasarjana Instika yang disampaikan Dr. Islah Gusmian, M.Ag., (24/09/2016) di Aula Mini Instika. Sebelumnya, telah dilaporkan kuliah ini bertema: “Peluang dan Tantangan PTKI Pesantren sebagai Pusat Kajian Islam Dunia”.

Menariknya, bagian penting ini ditulis langsung oleh beliau di akun facebooknya. Kami diberi izin untuk menyebarkannya di website dan media sosial kami. Berikut catatannya:

 

"PTKI dan PESANTREN

Pada 24 September lalu, saya diminta oleh Pasca INSTIKA Sumenep untuk mengisi Kuliah Perdana. Topiknya tentang tantangan dan peluang PTKI berbasis pesantren sebagai pusat kajian Islam.

Selain Instika, di Indonesia sebenarnya ada sejumlah PTKI yang secara sosial dan akademik berbasis pesantren. Misalnya, PTKI di pesantren Al Anwar Rembang, di pesantren Maslakul Huda Kajen, pesantren Pandanaran Yogya, dan pesantren Ngrukem Bantul.

Secara akademik, PTKI yang demikian mempunyai peluang yang baik, karena habitus pesantren menjadi kapital utama. Misalnya bisa dilihat dari sisi cara dan tradisi belajar mengajar dilakukan. Secara umum, belajar di pesantren biasanya dilakukan secara tuntas, mendalam, serta buku2 daras yang jelas dan akurat. Mereka juga mempunyai tradisi musyawarah di bidang kajian ilmu. Orang kampus menyebutnya sebagai diskusi.

Dari sisi sosial, pesantren juga menumbuhkan kesadaran pentingnya hubungan dan jejaring guru-murid. Ini merupakan salah satu cara untuk menjaga akurasi pernyataan-pernyataan dan sumber rujukan. Peserta didik dikelola dengan nilai nilai kemanusiaan dan kekeluargaan. Hubungan guru murid begitu kuat. Nilai penghormatan dan ketakziman sebagai cara untuk menghargai ilmu juga menjadi kesadaran para santri. Orang orang pesantren menyadari bahwa kemudahan dalam belajar dan memahami sebuah teks, juga tergantung seberapa ikhlas dan takzim mereka pada guru. Demikian juga, sangat tergantung pada kiai yang secara umum mereka sangat mencintai para santrinya.

Adapun tantangannya adalah, bagaimana PTKI jenis ini dikelola secara modern dan profesional, memanfaatkan teknologi sebagai penyokongnya. Di bidang ilmu, memperkuatnya dengan memasukkan ilmu bahasa, sosial, budaya, serta sainstek sebagai ilmu bantu, baik di bidang teknis maupun metodologis. selain merawat turats klasik, juga memasukkan kajian dan wacana kontemporer yang berkembang di dunia pemikiran Islam dengan seperangkat metodologi pemikiran dan penelitian.

Kalau langkah-langkah semacam ini dilakukan, bukan tidak mungkin akan terjadi keajaiban.

Selamat. Khususnya untuk Pascasarjana INSTIKA."

 

 

Demikianlah uraiannya. (Masykur Arif/LP2D)

 

Sumber Gambar: Akun facebook Dr. Islah Gusmian, M.Ag.