Potensi Produksi Kerupuk Kelor di Bukabu

LP2M Senin, 7 Agustus 2017 10:45 WIB
366x ditampilkan Berita

AMBUNTEN-Rabu (02/07), mahasiswa peserta KKN Riset Partisipatif 2017 INSTIKA Posko XXXVI, Dusun Bukabu Kecamatan Ambunten berkunjung ke salah satu rumah warga di sekitar posko yang memproduksi kerupuk kelor. Berhubung tempat produksi tersebut sangat dekat dengan posko, maka yang mengunjungi hanya 2 orang peserta KKN, yaitu Anisah dan Zuhailah.

Pemilik produk kerupuk kelor tersebut bernama Ibu Halima, beliau mengungkapkan bahwa kerupuk kelor membutuhkan proses yang lumayan lama, mulai dari penggilingan daun, pencampuran semua bahan, pengukusan, pengirisan sampai proses penjemuran hingga kering. Dalam proses penjemuran kerupuk kelor membutuhkan sekitar 3-4 jam jika suhunya panas, lain halnya ketika cuaca mendung maka butuh waktu sehari.

Bahan-bahan pembuatan kerupuk kelor sangat mudah diperoleh di toko terdekat dan untuk daun kelornya ibu Halima harus membeli dipasar karena tidak punya lahan untuk ditanami pohon kelor, namun terkadang ada tetangga yang menyuruh untuk mengambil di halaman rumahnya. Patokan harga yang ditetapkan hanya Rp.18.000/Kg sama seperti harga kerupuk lain pada umumnya, namun sayangnya beliau hanya menerima pesanan saja artinya tidak disalurkan ke toko atau swalayan.

Beliau juga mengatakan bahwa kerupuk kelor banyak diminati masyarakat bukan hanya dari rasanya yang lezat dan gurih melainkan karena banyak mengandung manfaat dan berbagai zat gizi yang tinggi serta  merupakan sumber protein yang baik seperti kalsium,zat besi, vitamin C dan vitamin E. Selain itu, kandungan gizi protein  pada 100 gram daun kelor setara dengan gizi protein dalam 1 telur. 

Kami berdua menyarankan agar bisnis tersebut terus dikembangkan karena produk kerupuk kelor  termasuk produk yang jarang di produksi oleh warga desa Ambunten sehingga memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan, setidaknya dengan langkah awal menyalurkan ke toko-toko terdekat artinya tidak hanya menerima pesanan saja. (oleh: Anisah/KKN Posko XXXVI)