KKN Posko 42 Gelar Seminar Profesionalisme Guru

LP2M Rabu, 9 Agustus 2017 09:30 WIB
283x ditampilkan Headline Berita

AMBUNTEN, Selasa (08/08), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Partisipatif  INSTIKA 2017 Posko XLII Ambunten Timur Kecamatan Ambunten menggelar acara seminar profesionalisme guru dengan tema “Urgensi Profesionalisme Guru dalam Upaya Optimalisasi Integritas Pendidikan” yang bekerjasama dengan Madrasah Ahlussunnah Waljamaah (ASWAJ). Seminar tersebut dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Ahlussunnah Waljamaah tepatnya di ruang kelas VII B dan VII C dengan  melibatkan perwakilan dari 13 Lembaga Madrasah Ibtidaiyah se Kecamatan Ambunten, 10 Lembaga Madrasah Tsanawiyah se Kecamatan Ambunten, dan 3 dari perwakilan Madrasah Aliyah se Ambunten. Yang kesemuanya berjumlah 23 lembaga yang ikut berpartisipasi dalam acara seminar profesionalisme guru tersebut. Sedangkan seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan  yayasan  Ahlussunnah Waljamaah adalah  selaku tuan rumah dalam acara ini.

Penyaji yang hadir dalam acara seminar tersebut adalah Dr.KH. Afif Hasan, M.Pd yang masih berstatus Dosen di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) . Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh Kasi Pendma Kabupaten Sumenep, Mohammad Tawil, S.Pd, M.Pd yang mewakili Kepala Kantor Kementrian Agama, Drs. H. Moh. Bakri, M.Pd.I, Rektor INSTIKA, DRS. H. Abbadi Ishomuddin, MA. dan Masyhuri Drajat, M.Pd, selaku Dewan Pembimbing Lapangan (DPL)  posko XLII.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Nanik Nur Ainy dalam sambutannya selaku ketua panitia dalam acara seminar tersebut bahwa acara ini merupakan salah satu program KKN Partisipatif 2017 Posko XLII Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten.  Kegiatan tersebut diadakan  dengan tujuan  ingin menambah pengetahuan terkait guru profesional sekaligus mencetak guru-guru yang kompeten (profesional) di bidangnya. Hal itu demi kemajuan dan masa depan pendidikan di madrasah-madrasah yang ada di madura khususnya di kecamatan Ambunten, di tengah mirisnya sistem pendidikan yang mulai simpang siur di Indonesia.

Kegiatan seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Kasi Pendma Kabupaten Sumenep, Mohammad Tawil, S.Pd, M.Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi pada acara seminar profesionalisme guru demi terciptanya para guru yang kompeten dan profesional. Hal itu juga terkait dengan kualifikasi lulusan saat menempuh pendidikan strata satu sebelum benar-benar mengaplikasikan di masyarakat. Agar sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Sementara itu, DRS. H. Abbadi Ishomuddin, MA selaku Rektor Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Menyampaikan bahwa Indonesia berada di tingkat 10 mengenai pendidikan  terendah se Asia. Hal itu jelas berkaitan dengan sistem pendidikan Indonesia. Bagaimana produk pendidikan Indonesia agar berkualitas, demi tercapainya integritas pendidikan  yang optimal.

Dr.KH. Afif Hasan, M.Pd menyampaikan bahwa guru profesional itu harus TAHU, SADAR dan BISA. Tahu terkait dengan kemampuan seseorang dalam aspek intelektual, Sadar erat hubungannya dengan  hati, sedangkan Bisa lebih kepada kreatifitas dan kompeten dalam segala hal. Baik kompetensi pedagogik maupun kompetensi sosial. Sebab menurut beliau, yang pantas dikatakan profesional adalah  orang yang memiliki keahlian dan didapatkan dengan jalur pendidikan serta mendapat bayaran. Seminar tersebut berlangsung khidmat hingga pukul 11.20 WIB. (Maliatuz Zahroh/ KKN Posko XLII)