Kepala Desa: Tambaagung Barat Butuh PAUD

LP2M Rabu, 9 Agustus 2017 09:07 WIB
712x ditampilkan Berita

AMBUNTEN-Desa Tambaagung Barat ini terletak di kecamatan Ambunten yang terdiri dari tiga dusun yakni, Dusun Komereh, Dusun Batang, ٍusun Gunung Tunggal. Adapun dari tiga dusun tersebut jumlah keseluruhan masyarakatnya ialah 583 kepala rumah tangga. Dari berbagai macam pekerjaan masyarakat di desa Tambaagung Barat kebanyakan petani. Dan yang paling unggul dari berbagai tanaman yang mereka tanam ialah cabe rawit dan juga cabe jamu. Karena penghasilan dari cabe tersebut lumayan besar dan bisa panen setiap minggu. Ada juga kebun kelapa, hanya saja penghasilannya tidak bisa digunakan untuk biaya sehari-hari karena panen kelapa waktu minimnya dalah satu tahun. Maka dari itu masyarakat di sini lebih dominan mengelola cabe rawit dan cabe jamu.

Di desa ini sama halnya dengan desa lainnya yang juga ada lembaga pendidikan. Hanya saja di desa Tambaagung Barat hanya ada satu lembaga yakni Al-Muniri, adapun di lembaga Al-Muniri terdapat tiga tingkatan pendidikan yakni MI, SMP dan SMK, itupun sekolah di sana sangat sederhana. Di desa Tambaagung Barat ada juga SDN dan hanya ada satu, kalau jumlah muridnya lumayan banyak, akan tetapi mengenai guru di SDN ada 11 guru itupun PNS-nya tiga orang dan sisanya adalah sukwan,

Yang sangat disayangkan ialah di desa Tambaagung Barat tidak ada pendidikan TK ataupun PAUD. Menurut kepala Desa Tambaagung Barat, Syamsul Arifin memang sangat prihatin dengan tidak adanya sekolah bagi anak usia dini, tetapi untuk kedepannya kepala desa Tambaagung Barat akan berusaha berbagai macam cara untuk diadakannya pendidikan TK ataupun PAUD, entah dengan mendirikan sendiri atau berembuk dengan masyarakat yang sudah mempunyai lembaga.

Yang kami ketahui, anak-anak di sini banyak yang terlambat umtuk menimba ilmu, sebab tidak ada sekolah TK ataupun PAUD. Dan ketika masuk sekolah dasar mereka seharusnya sudah tahu membaca, akan tetapi karena terkendalanya tidak ada pendidikan Tk ataupun PAUD mereka masih memulai dari awal, yakni belajar  membaca dan menulis huruf ataupun angka. Alangkah lebih mudahnya bagi anak-anak dini untuk terlebih dahulu sekolah TK ataupun PAUD (Posko XXXIV)