Posko XXIII Belajar Membuat Camilan Mulen Pisang

LP2M Rabu, 9 Agustus 2017 14:17 WIB
403x ditampilkan Berita

RUBARU-Senin (07/08), anggota Posko XXIII berkunjung ke salah satu rumah produksi camilan Mulen Pisang. Rumah tersebut terletak di depan Puskesmas Rubaru. Tujuan kami mengunjungi rumah produksi tersebut adalah belajar pembuatan camilan Mulen Pisang. Peserta KKN Posko XXIII yang mengunjungi tempat produksi tersebut berjumlah 3 orang yaitu Imamatul Fadilah, Normawiyah dan Luluk Farhatin.

Ibu Supriyati yang dikenal Ibu Ti’ selaku pemilik produksi tersebut mengatakan bahwa beliau telah memproduksi camilan Mulen Pisang sejak tahun 1986. Resep tersebut berasal dari Banyuwangi. Mengingat asal beliau dari Banyuwangi. Beliau menetap di Rubaru disebabkan hubungan kekeluargaan. Sehingga, produk tersebut terkenal dengan camilan khas Rubaru.

Proses pembuatan produk tersebut dimulai dari pengeringan pisang. Pengeringan pisang tersebut membutuhkan waktu selama 4 hari jika terik matahari. Namun, jika musim tidak mendukung (musim hujan) membutuhkan waktu selama satu minggu. Setiap harinya beliau memproduksi sebanyak 3 Kg. Namun terkadang beliau juga memproduksi sedikit jika musim hujan dan harga pisang naik. Kemudian, produk tersebut dipasarkan ke toko-toko terdekat. Setiap toko mengambil 15 bungkus dengan berbagai ukuran. Harga perbungkusnya tergantung ukuran yang ada yaitu ukuran 3 ons seharga Rp. 11.000 dan  ukuran 1 Kg seharga Rp. 40.000.

Beliau juga menerima pesanan dari berbagai kalangan. Maraknya pesanan camilan Mulen Pisang tersebut  terjadi pada hari Raya. Selain itu, beliau juga mendaftar izin usaha nomor SIUP mengingat  berkembangnya produksi tersebut. Meskipun produksi tersebut berkembang, Ibu Ti’ hanya memperkerjakan karyawan jika pesanan melonjak.

“Beliau memiliki sikap ramah ketika menyambut kedatangan kami. Beliau juga tidak segan-segan berbagi ilmu tentang proses pembuatan camilan Mulen Pisang yang diproduksinya. Harapan kami kedepan terhadap produksi yang didirikan oleh Ibu Ti’ adalah semakin maju dan selalu ada inovasi baru untuk menjadi yang terdepan.” Ungkap salah satu anggota KKN yang berkunjung ke rumah beliau. (kholifah/Posko XXIII Rubaru I)