DOSEN INSTIKA JADI PESERTA HALAQAH ULAMA’ ASEAN 2017

INSTIKA Sabtu, 21 Oktober 2017 10:53 WIB
815x ditampilkan Berita

Jakarta - Instika - Paper penelitian berjudul “Sublimasi Gaya Belajar Kontektualis Santri Pondok Pesantren Salaf di Madura terhadap Peradaban Umat Islam Asean” yang ditulis Zaitur Rahem, M.Pd.I., dosen tetap Fakultas Tarbiyah Instika, lolos seleksi sebagai persyaratan menjadi peserta aktif dalam Halaqah Ulama’ Asean 2017.

Halaqah yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama tersebut digelar pada Selasa-Kamis, (17-19/10/2017) lalu di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta.

“Saya diundang ke acara tersebut, karena saya mengirimkan proposal riset tentang gaya belajar santri Pondok Pesantren Salaf di kawasan Madura ke panitia untuk diseleksi. Alhamdulillah, lolos. Dan, saya hadir ke acara itu atas nama dosen Instika Guluk-guluk,” kata Zaitur.

Zaitur melihat momentum Halaqah ini dapat menjadi jembatan bagi akademisi pesantren untuk menyampaikan potret kehidupan pesantren di Madura. Sebab, kehidupan kalangan pesantren di Madura memiliki kekhasan tersendiri, meski secara normatif, karakteristik kehidupan pesantren dimanapun sama.

Ketertarikan Zaitur untuk meneliti gaya belajar para santri itu dikarenakan beberapa alasan. Pertama, akulturasi kebudayaan dan modernisasi sains dan teknologi hampir mengubur gaya belajar khas santri di sejumlah pondok pesantren salafiyah.

“Saya masih menempatkan Pondok Pesantren Annuqayah sebagai salah satu pesantren salaf. Salah satu indikatornya yang saya hadirkan adalah sampai saat ini tradisi pengajian dan  kajian kitab turats terus bertahan,” katanya.

Kedua, gaya belajar yang khas tersebut harus dipertahankan dan bisa diekspresikan ke tengah organ masyarakat. Zaitur menginginkan, dengan meminjam bahasa Prof. Azyumardi Azra, terbangun santrinisasi. Artinya, masyarakat di perkotaan bisa meniru dan belajar kegigihan para santri di pondok pesantren. Bukan sebaliknya, santri meninggalkan identitasnya.

“Pemikiran semacam itulah yang saya ulas dalam proposal penelitian saya dalam halaqah ulama Asean,” ujarnya. (Masykur Arif/LP2D)