MAHASISWA IQT TERJEMAHKAN BEBERAPA BUKU

INSTIKA Senin, 23 Oktober 2017 12:35 WIB
319x ditampilkan Berita

Guluk-guluk - Instika - Musyfiqur Rahman, mahasiswa Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Instika patut diapresiasi. Di tengah kesibukannya melaksanakan kuliah, mengerjakan skripsi, dan juga belajar di pondok, ia berhasil menerjemahkan dua buku sekaligus yang diterbitkan oleh Ganding Pustaka di tahun ini.

Buku pertama yang berhasil diterjemahkannya adalah Kitab al-Hubb karya Nizar Qabbani, seorang penyair kenamaan asal Damaskus, Syiria. Buku berbahasa Arab tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul, Kitab Asmara.

Adapun buku lain yang diterjemahkannya adalah karya K.M. Faizi berjudul Kopiana. Buku puisi tentang kopi ini diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan judul Qahwiyat.

Santri yang sedang bergiat dan berproses di Darullughah al-Arabiyah wa al-Fiqh as-Salafy (Dalfis) Pondok Pesantren Annuqayah Latee ini mengatakan bahwa proses untuk menerjemahkan puisi Nizar Qabbani sudah cukup lama, karena tidak dikerjakan secara intensif.

“Kitab Asmara sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama andaikan intensif. Hanya saja, karena berbagai hal, akhirnya baru saya nyatakan selesai pada akhir 2016 sejak awal pertama kali saya garap pada pertengahan 2013,” ujarnya.

Adapun untuk buku Qahwiyat, ia mengaku proses penerjemahan dilakukan secara intensif, kira-kira satu bulan. Apabila dihitung dengan proses penyuntingan, menurutnya, sekitar dua bulan.

Kesulitan yang dihadapinya adalah peroses alih bahasa istilah (nama, tempat, dan lainnya) dalam padanan bahasa Indonesia. Hal itu terjadi karena ia masih pemula sebagai penerjemah.

Namun demikian, walaupun ia masih pemula, tidak berarti buku terjemahannya diragukan kualitasnya. Ia malah mendapat apresiasi dari banyak orang. K. M. Faizi memuji buku Qahwiyat sebagai buku yang keren.

“Terima kasih. Keren terjemahan Musyfiq untuk KOPIANA ini. Entah kalau yang Nizar Qubbani, soalnya beliau kan “penyair muthlaq” di era kekinian,” tulis K. M. Faizi di kolom komentar status Musyfiqur Rahman.

Selain itu, dalam ajang Kampung Buku Jogja 2017, buku Kitab Asmara Nizar Qabbani, bersama Al-Muallaqat menjadi buku terlaris Ganding Pustaka.

Buku Qahwiyat dan Kitab Asmara juga “dilamar” oleh Kaprodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Halimy Zuhdi, untuk bisa dibedah  di prodinya bersama anak-anak sastra Bahasa Arab.

Apresiasi tinggi tersebut semakin membulatkan tekad Musyfiqur Rahman untuk terus produktif berkarya. Saat ini, ada dua buku Nizar Qabbani yang sedang dalam proses penerjemahan, yakni Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau dan Demikian Kutulis Sejarah Perempuan.

Selamat Musyfiqur Rahman, semoga terus produktif berkarya dan menginspirasi. (pai).