PESAN-PESAN PENTING PROF. DR. KH. ABD. A’LA UNTUK WISUDAWAN DAN WISUDAWATI INSTIKA

INSTIKA Selasa, 31 Oktober 2017 12:48 WIB
221x ditampilkan Berita

Guluk-guluk - Instika - Prof. Dr. KH. Abd. A’la, M.Ag., menghadiri Rapat Terbuka Instika dalam rangka Wisuda XIX Program Magister dan Sarjana Tahun Akademik 2016/2017 yang digelar di Aula Asysyarqawi Instika, Ahad (29/10/2017).

Pada acara tersebut, Prof. K. A’la memberikan sambutan atas nama Koordintor Kopertais Wilayah IV dan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah. Dalam sambutannya, K. A’la menyampaikan beberapa pesan penting kepada wisudawan dan wisudawati.

Pesan penting itu, di antaranya: pertama, K. A’la menegaskan hendaknya wisudawan dan wisudawti yang sudah berikrar akan meneladani para masyaikh Annuqayah untuk tidak sekadar berjanji, tetapi harus dibuktikan dengan sebenar-benarnya.

Orang yang hanya suka berbicara namun tidak ada buktinya, menurut K. A’la, seperti orang hamil yang sudah waktunya lahir tetapi bayinya tidak pernah keluar. “Jangan sampai hanya ngomong, buktikan bahwa saudara memang seperti itu,” tegasnya.

Kedua, K. A’la melarang wisudawan dan wisudawati menyerobot hak orang lain. Permasalahan sosial yang sering terjadi disebabkan oleh banyaknya orang yang suka menyerobot atau tidak tertib dalam antrean. “Budaya antre kita sangat lemah,” ungkapnya.

Dicontohkannya, salah satu penyebab kemacetan panjang dan berjam-jam di tengah jalan adalah karena ada beberapa pengendara mobil yang tidak mau antre dengan tertib. Mereka menyerobot hak-hak pengendara mobil lainnya yang antre dengan tertib.

Karena itulah, diharapkannya para wisudawan dan wisudawati Instika menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang baik, tertib, dan berakhlak.

Ketiga, K. A’la meminta kepada wisudawan dan wisudawati untuk tidak mudah menjelek-jelekkan, menghina, dan membicarakan sesuatu yang tidak diketahui secara pasti tentang orang lain atau kelompok lain.

“Tolong, sebagai santri tolong jangan menjelek-jelekkan orang atau kelompok lain. Jangan ngomong sesuatu yang tidak diketahui,” pintanya.

Keempat, K. A’la juga meminta untuk tidak menyebarkan kabar bohong (hoax). Dengan mengutip Imam Asy-Syafi’i, dikatakannya, orang yang menyebarkan berita yang tidak diketahui kebenarannya, termasuk perbuatan dosa. Menurutnya, ada sebagian orang yang sudah bergelar sarjana, guru besar, masih suka menyebarkan hoax. Sehingga tidak ada bedanya antara yang kuliah dengan yang tidak kuliah.

“Jangan pernah menyebarkan hoax,” tegasnya.

Ditambahkannya, masing-masing orang memang mempunyai kelemahan. Kita dapat melihat dengan mudah kelemahan orang lain. Meskipun demikian, katanya, kita juga tidak boleh lupa bahwa orang lain juga memiliki segudang kebaikan.

“Setiap orang memiliki kekurangan-kekurangan, tetapi banyak juga kebaikan-kebaikannya. Dan kita wajib tidak menyebarkan kejelekan orang lain,” terangnya.

Kelima, wisudawan dan wisudawati diminta untuk terus belajar. K. A’la mengingatkan, orang belajar tidak mengenal batas. Dalam artian, belajar sepanjang hayat. Dibenarkannya, syair yang ditulis dalam kitab Ta’limul Muta’allim yang berbunyi, Alala tanalul ilma illa bisittatin / Saunbika ‘an majmu’iha bibayani / Dzakaun wahirsyun wastibarun wabulghatun / Wairsyadu ustadzy watulu zamani.

“Ayo, kita syukuri dengan memperbanyak belajar terus, belajar terus, belajar terus!,” katanya.

Terakhir, K. A’la meminta komitmen yang sunguh-sungguh dari wisudawan dan wisudawati sebagai anak bangsa untuk menjaga dan melestarikan NKRI dan mengedepankan nilai-nilai kesantrian yang ditanamkan oleh para masyaikh Annuqayah. Selain itu, juga diminta untuk meningkatkan integritas kepribadian yang tidak diragukan. (Masykur Arif/LP2D)