NYAI SUNHIYAH: PENGHARGAAN SUMENEP AWARD 2017 KATEGORI PEREMPUAN INSPIRATIF PADA SAYA INI ADALAH TAMPARAN

INSTIKA Ahad, 7 Januari 2018 08:33 WIB
325x ditampilkan Berita

Guluk-guluk - Instika - Selama kesetaraan dan keseimbangan antara lelaki dan perempuan belum terwujud di setiap bidang kehidupan, maka perjuangan mengadvokasi perempuan belum selesai, demikian ungkap Nyai Sunhiyah peraih penghargaan Sumenep Award 2017 kategori Tokoh Perempuan Inspiratif.

Karena itulah, Nyai Sunhiyah yang akrab dipanggil Neng Achoe menilai penghargaan Tokoh Perempuan Inspiratif yang diberikan kepadanya oleh pemerintah kabupaten Sumenep, merupakan tamparan dan teguran keras karena belakangan ini dirinya sedikit mengalami rasa malas untuk bergerak mengadvokasi kaum perempuan tertindas. “Artinya, dengan penghargaan ini, saya harus lebih semangat lagi,” katanya di Yogyakarta kepada LP2D saat dihubungi melalui telepon Kamis (04/01/2018).

Perjuangannya dalam meningkatkan kreatifitas perempuan sudah dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah. Misalnya, berdasarkan penuturannya, untuk memberikan pengetahuan tentang keorganisasian terhadap siswi Annuqayah, ia mendirikan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) putri Annuqayah dan membangun struktur organisasi kepengurusan pondok santri putri Annuqayah.

“Sebelumnya tidak ada kegiatan organisasi seperti OSIS di sekolah putri Annuqayah. Saya pertama kali di tahun 1988 yang memprakarsai lahirnya OSIS Putri Annuqayah dan pertama kali membentuk susunan pengurus santri putri Annuqayah,” ujar perempuan yang lahir 2 Januari 1973 ini.

Kegiatannya di bidang pemberdayaan kaum perempuan terus berlanjut dan semakin luas ketika melanjutkan pendidikannya di Yogyakarta. Tahun 2003, ia mendirikan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) cabang Sumenep. Hingga saat ini, perempuan yang juga sibuk menjadi dosen di Instika ini, tetap aktif di berbagai organisasi advokasi perempuan baik tingkat provinsi maupun nasional.

Ketika ditanyakan siapakah yang menginspirasi dirinya sehingga aktif memberdayakan perempuan, dengan cepat perempuan yang lahir dari pasangan suami-istri KH. Abdul Muqsith Idris dan Nyai Hj. Zainab Khabirah Abdullah Sajjad ini menjawab bahwa orang yang menginspirasi dirinya untuk melakukan pemberdayaan terhadap perempuan adalah ibunya.

“Umi yang mendorong saya untuk terus melanjutkan pendidikan dan merestui saya untuk mengikuti berbagai kegiatan keperempuanan, mulai dari seminar, pelatihan, organisasi, advokasi terhadap perempuan dan sebagainya di manapun kegiatan itu dilaksanakan,” ungkap perempuan yang pernah bertugas di Community Orzanizer KPI untuk Pengembangan Organisasi di Kabupaten Pidie Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pada 2006.

Di akun facebooknya (02/01/2018), selain kepada ibunya, ia mengucapkan terimakasih kepada beberapa perempuan yang telah menginspirasi dirinya di dunia pergerakan perempuan, di antaranya: neneknya Nyai Hj. Aminah Azzahro (istri K.H. Abdullah Sajjad Syarqawi), nenek buyutnya Nyai Hj. Khadijah (istri K.H. M. Syarqawi, Pendiri PP. Annuqayah), dan Nyai Hj. Ummamah Makkiyah (istri almarhum pamannya K.H. Ahmad Basyir AS).

Selain itu, ia juga menyampaikan terimakasih kepada beberapa perempuan baik sahabat, guru, dan mitra kerjanya di dunia gerakan perempuan. “Sejatinya, penghargaan ini bukan untuk saya, tapi untuk perempuan Sumenep khususnya dan perempuan Indonesia pada umumnya,” terangnya.

Perempuan dengan motto “Orang tidak dapat meraih fajar kecuali melalui perjalanan malam,” yang dikutip dari Kahlil Gibran ini mengatakan, sebagai tamparan dan hadiah ulang tahun karena berdekatan dengan tanggal lahirnya maka penghargaan Tokoh Perempuan Inspiratif itu adalah dorongan untuk lebih giat lagi dalam memberdayakan perempuan. “Ayo, terus semangat! Kok kamu sekarang sedikit loyo. Ayo, bangkit lagi! Kira-kira begitu suara hati saya ketika mendapat penghargaan ini,” katanya sambil mengakhiri percakapannya dengan LP2D Instika.

Penulis: Masykur Arif, M.Hum