REKTOR: INSTIKA TIDAK TERLIBAT POLITIK PRAKTIS PILKADA JATIM 2018

INSTIKA Ahad, 4 Februari 2018 12:21 WIB
368x ditampilkan Berita

Guluk-guluk - Instika - Secara kelembagaan, Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) tidak terlibat dalam politik praktis Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Hal ini disampaikan Rektor Instika Drs H Abbadi Ishomuddin MA.

Penegasan Rektor tersebut disampaikan mengingat suhu politik menjelang Pilkada Jatim semakin memanas. Masing-masing pendukung pasangan calon berusaha untuk menggaet massa (calon pemilih) sebanyak-banyaknya.

Menurut Rektor, apabila ada orang-orang Instika yang aktif dalam politik praktis Pilkada maka itu bukan cerminan lembaga Instika, tetapi itu adalah pribadi. “Itu oknum. Bukan Instika,” jelas Rektor kepada instika.ac.id saat ditemui di kantornya, Ahad (04/02/2018).

Meski demikian, Rektor menambahkan, Instika secara kelembagaan mendukung terlaksananya Pilkada Jatim yang bersih, jujur, dan adil. “Kami menghimbau seluruh civitas akademika Instika untuk mendukung Pilkada Jatim yang bersih, jujur, dan adil,” ujar Rektor.

Selain itu, tambah Rektor, Instika secara lembaga memiliki tugas memberikan pendidikan politik yang baik bagi seluruh aktor politik dan masyarakat pada umumnya. “Jadi, sebagai lembaga pendidikan, Instika dapat memberikan pendidikan politik yang baik, dan ini merupakan tugas Instika,” terang Rektor.

Sebagai lembaga pendidikan, katanya lagi, Instika akan memberikan pengawalan agar Pilkada dapat berjalan dengan bersih, jujur, dan adil. Para politisi dan warga diharapkan tidak terjebak dalam politik yang kotor sehingga dapat merugikan rakyat dan negara secara keseluruhan.

Rektor juga menyampaikan bahwa pihaknya memberikan kebebasan kepada seluruh dosen, karyawan, dan mahasiswa Instika untuk menentukan hak pilihnya. “Kami juga menghimbau kepada seluruh dosen, karyawan, dan mahasiswa untuk menggunakan hak pilihnya dengan sebaik mungkin. Tidak ada paksaan dalam memilih pasangan calon yang ini atau itu. Tidak. Semuanya bebas memilih siapa sesuai dengan hati nuraninya,” terang Rektor.

Rektor mengharap Pilkada Jatim 2018 dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh pemimpin yang amanah, jujur, dan adil. “Semoga kita tidak salah dalam memilih pemimpin. Semoga pemimpin yang kita pilih benar-benar memperhatikan nasib rakyat, bukan hanya memikirkan kepentingan sendiri atau golongannya,” pungkas Rektor.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)