PUSKAFA LAKSANAKAN PRAKTIK KALIBRASI ARAH KIBLAT DI MUSALA KEMENAG SUMENEP

SYARI'AH Jumat, 9 Februari 2018 06:04 WIB
55x ditampilkan Berita

Sumenep – Instika – Pusat Kajian Falakiyah (Puskafa) Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) mengunjungi kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Rabu (07/02/2018).

Ketua Puskafa Ahmad Madani mengungkapkan, kunjungan ini salah satunya merupakan tindak lanjut dari materi Ilmu Falak yang diajarkan di Fakultas Syariah. Selain itu juga dimaksudkan untuk sosialisasi dan praktik kalibrasi arah kiblat serta menjalin kerjasama dengan pihak Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kemenag Sumenep.

Dalam kunjungan ini, Puskafa diberi kesempatan untuk melaksanakan praktik kalibrasi arah kiblat di Musala milik Kemenag. “Kami tidak perlu jauh-jauh untuk mencari musala sebagai tempat praktik. Pihak kemenag mengizinkan kami untuk mengukur musala yang ada di sana,” kata Ahmad Madani.

Praktik kalibrasi yang dilakukan Puskafa menggunakan tiga metode, yaitu memakai Kompas, Google Erth, dan bayang-bayang matahari atau bayang-bayang kiblat. “Hasil dari ketiga metode ini kami komparasikan,” terang Ahmad.

Dari praktik itu ditemukan bahwa terdapat sedikit pergeseran arah kiblat ke sisi barat laut dari arah kiblat yang sebelumnya. “Jika mengikuti hasil pengukuran yang dilakukan kami, maka untuk menyesuaikan arah kiblat dengan hasil penelitian, arah kiblat di Musala Kemenag harus digeser sekian derajat ke arah barat laut,” jelas mahasiswa prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) semester VI itu.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah H Damanhuri M Ag, sangat mengapresiasi  kunjungan dan praktik kalibrasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak BHR Kemenag memberi respons positif atas Puskafa. Pihak BHR akan menjadikan Puskafa sebagai mitra kerja dalam mengalibrasikan arah kiblat di tempat-tempat ibadah yang ada di Kabupaten Sumenep.

Ditambahkannya, kegiatan Puskafa masih perlu dikembangkan dan lebih ditingkatkan lagi kerjasamanya dengan pihak-pihak pengurus masjid dan musala yang ada di Kabupaten Sumenep dan sekitarnya. “Kegiatan semacam ini sangat bermanfaat, dan perlu diperluas ke beberapa masjid atau musala di tempat yang lain,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa Puskafa sangat senang jika ada dosen Instika dan tokoh masyarakat sekitar yang ingin mengetahui arah posisi masjid dan musala di tempatnya dengan mengundang Puskafa. “Kami bersedia diundang siapa saja, baik dari jajaran Instika sendiri atau di luar Instika yang ingin  mengetahui apakah masjid atau musalanya sudah sesuai dengan arah kiblat atau belum. Kami siap membantu,” ujarnya meyakinkan.

Kontributor: Saiful Fawait

Editor: Masykur Arif