DIREKTUR PTKI LEPAS PESERTA PROGRAM PIES 2018, SALAH SATU PESERTANYA DOSEN INSTIKA

INSTIKA Selasa, 13 Februari 2018 20:36 WIB
65x ditampilkan Berita

Jakarta – Instika - Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof Dr M. Arskal Salim Gp M Ag, Selasa (13/02/2018) secara resmi memberangkatkan peserta penerima program beasiswa Partnership in Islamic Education Scholarships (PIES) tahun 2018 di ruang Direktur PTKI lantai 7 Kementerian Agama.

Penerima beasiswa yang diberangkatkan ke Australia itu salah satunya adalah dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk Sumenep, Damanhuri M Ag. Sementara, peserta yang lain adalah Zulfatun Ni’mah (IAIN Tulung Agung), Mufliha Wijayati (IAIN Metro), Norman Ohira (IAIN Kerinci), Ade Yamin (STAIN Kediri), dan Nikmatullah (UIN Mataram).

PIES merupakan program kerjasama antara Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, dan The Australian National University (ANU).

Program beasiswa PIES ini diberikan kepada para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang sedang menempuh S-3 dan sedang menyelesaikan penulisan disertasi dengan ketentuan dan mekanisme yang telah ditentukan. Sebagaimana disebutkan di atas, tahun ini yang menerima beasiswa PIES sebanyak 6 (enam) orang.

Berdasar laporan penanggung jawab program PIES Amirudin Kuba MA, tahun ini para dosen yang mendaftar program beasiswa PIES itu sebanyak 209 orang. Dan yang diterima hanya 6 (enam) orang, yakni para dosen yang sedang menyusun disertasi yang fokus kajiannya pada masalah gender dan kearifan lokal. “Mereka akan tinggal di Australia selama 11 bulan. Ini merupakan program seleksi tahun 2017, tapi baru tahun 2018 ini mereka diberangkatkan karena beberapa hal teknis yang harus disiapkan”, jelas Amirudin.

Sementara itu, Arskal Salim dalam sambutannya menyampaikan bahwa PIES merupakan program yang ditunggu-tunggu para dosen, dan sampai saat ini sudah memasuki tahun keempat (4). “Sebagai Direktur, saya bangga dan selamat atas terpilihnya Bapak/Ibu sebagai penerima beasiswa ini. Semoga ini menjadi pembuka pintu kerjasama yang akan bermanfaat bagi lembaga bapak/ibu sekalian”, ujarnya.

“Selama belajar di Australia, saudara adalah duta Indonesia maka sudah seharusnya saudara menjaga nama baik negara Indonesia dan Kementerian Agama RI. Perbaiki niat, perbanyak networking, dan perkuat bahasa. Jangan sampai selama di sana malah bermalas-malasan,” tambah pria alumni Universitas Melbourne tersebut.

Kontributor: Alip Nuryanto

Editor: Masykur Arif