DISKUSI BUKU FCB, SUNTIK SEMANGAT MEMBACA DAN MENULIS

INSTIKA Senin, 16 April 2018 09:28 WIB
156x ditampilkan Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Festival Cinta Buku (FCB) X Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) menggelar Diskusi Buku, Sabtu (14/4/2018) di Aula Assyarqawi INTIKA. Buku yang didiskusikan adalah novel berjudul ‘Ali dan Aisyah’ karya Endang Kartini.

Acara ini dipandu K Mohammad Affan. Novie Chamelia hadir sebagai Narasumber. K Affan, sapaan akrab K Muhammad Affan, memandu jalannya diskusi dalam bentuk bincang-bincang santai.

Novie Camelia mengawali penyampaiannya dengan menjelaskan isi di balik novel Ali dan Aisyah. Terlebih dahulu ia memaparkan profil dan latar belakang penulis buku itu. Menurutnya, Endang Kartini adalah penulis novel yang sangat produktif. Novel Ali dan Aisyah ia tulis selama satu bulan setengah.

Dalam novelnya, lanjut Novie, ia mengisahkan Ali sebagai seorang putra kiai yang menyukai santrinya, Aisyah. Namun, cinta Ali berakhir sia-sia. Sebab, Aisyah tak bisa menerima cintanya. Lantaran Aisyah memiliki keinginan yang lebih prinsipil, yakni melanjutkan studinya.

"Melalui bukunya ini, Endang mengajak pembaca utamanya perempuan untuk menolak paradigma masyarakat bahwa setiap cita-cita dan harapan masa depan perempuan akan berakhir di pelaminan. Nikah tak menjadi penghalang dalam meneruskan cita-cita. Nikah boleh, asal tak putus harapan masa depan pribarinya," jelas Novie menyimpulkan pesan novel itu.

Setelah menjelaskan isi novel, Novie memberi semangat peserta diskusi untuk rajin membaca dan menulis. Baginya, menulis adalah sebuah kebahagiaan. Bahagia yang dimaksud adalah karena bisa mendokumentasikan ide atau tulisannya.

"Saya tak butuh tulisan atau buku saya dibeli oleh orang. Saya menulis agar anak cucu saya tahu bahwa ibunya pernah ada dan seorang penulis. Dan saya bahagia sebab itu,” terangnya.

Penulis buku asal Pamekasan ini menambahkan, salah satu cara yang sangat berpengaruh dalam menulis adalah membaca. Membaca, ujarnya, menjadi jalan utama dalam mengejar profesi sebagai penulis. “Muhal akan mendapatkan ide-ide jernih dan cerdas tanpa berbekal membaca,” jelas Novie. Membaca yang dimaksudnya tidak harus buku, tetapi keadaan dan kenyataan pun harus juga dibaca.

Acara yang berlangsung sekitar dua jam lebih ini memang diadakan dalam rangka mengasah atau membentuk pribadi mahasiswa dan santri untuk cinta buku. "Diskusi Buku ini biar nyambung dengan nama kegiatannya, Festival Cinta Buku, artinya benar-benar suka dan gemar dalam membaca dan mendiskusikan buku," tutur Herman, selaku ketua panitia SC (Stering Commite).

Kontributor: Ainur Rifqi dan Saiful Fawait

Editor: Masykur Arif