SERAH-TERIMA KKN INSTIKA 2018 DI DESA BINAAN DESA GUNG-GUNG

INSTIKA Rabu, 11 Juli 2018 08:39 WIB
220x ditampilkan Berita

Batuan – INSTIKA - Salah satu program wajib Perguruan Tinggi adalah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program ini biasanya diikuti oleh mahasiswa semester VII di semua jurusan. Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep melaksanakan program tahunan ini selama satu bulan, yaitu dari tanggal 9 Juli sampai 9 Agustus 2018 untuk putri, dan tanggal 10 Juli sampai 10 Agustus 2018 untuk putra.

KKN Riset Partisipatif INSTIKA 2018 ini diikuti oleh 622 mahasiswa putra-putri yang tersebar di empat kecamatan: Kecamatan Dungkek dan Batang-Batang untuk putri, Kecamatan Manding dan Talango untuk putra, dan tiga desa khusus (Desa Binaan), yaitu Desa Kebundadap Barat Kecamatan Saronggi, Desa Gung-Gung Kecamatan Batuan, dan Desa Guluk-Guluk Kecamatan Guluk-Guluk.

Di salah satu desa binaan, yakni Desa Gung-Gung, Batuan, peserta KKN yang ditempatkan di sana berjumlah 14 orang dari berbagai program studi. Peserta tiba di Balai Desa Gung-Gung pada Selasa (10/7/2018) pagi dan diterima dengan baik oleh pemerintah desa setempat. “Terima kasih saya sampaikan kepada pihak kampus INSTIKA yang telah menempatkan peserta KKN di desa kami. Saya harap peserta KKN terlebih dahulu memahami karakter dan kondisi masyarakat desa kami ini, dan yang harus diperhatikan adalah, di sini berdekatan dengan terminal. Seperti yang kita ketahui, di terminal itu ada orang baik dan banyak juga yang tidak baik. Jadi, saya harap peserta KKN tidak terpengaruh oleh mereka, dan semoga saja peserta KKN bisa memberikan contoh yang terbaik bagi para pemuda di Desa Gung-Gung,” kata Khairuddin mewakili Kepala Desa Gung-Gung Purnamasari yang tak lain adalah istrinya.

Sementara itu, Bapak Luthfi Raziq MHI selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Posko XIX Desa Gung-Gung, mengharap kepada pihak pemerintah desa untuk membimbing dan memberikan arahan yang baik kepada para peserta KKN. “Saya serahkan peserta KKN yang berjumlah 14 orang kepada pemerintah desa. Saya mengharap dari 14 orang ini tidak kurang dan tidak lebih sampai akhir kegiatan KKN nanti. Jagalah kebersihan di tempat ini dan paling penting jagalah almamater kampus INSTIKA,” ungkap Luthfi Raziq di hadapan seluruh peserta KKN dan pemerintah desa.

Dilanjutkannya, bahwa di Desa Binaan ini sudah tiga kali ditempati KKN dari INSTIKA, dan rencananya setiap tahun akan terus ditempati KKN INSTIKA secara berkesinambungan. Adapun program prioritas di Desa Binaan ini adalah mengambangkan Madrasah Diniyah. “Di Desa khusus ini agenda utama yang harus dilaksanakan oleh peserta KKN adalah melanjutkan atau mengembangkan Program Diniyah yang sudah diprogramkan peserta KKN tahun sebelumnya,” katanya.

Penulis: Saiful Fawait (Mahasiwa Jurusan Tasawuf & Psikoterapi, Peserta KKN Posko XIX Desa Gung-Gung, Batuan)

Editor: Masykur Arif (LP2D)