DR M. YUNUS ABU BAKAR: INSTIKA ADALAH PERGURUAN TINGGI YANG SIAP JADI UNIVERSITAS

INSTIKA Kamis, 13 September 2018 09:07 WIB
190x ditampilkan Headline Berita

Guluk-Guluk – INSTIKA - Sebelum memulai perkuliahan tahun akademik 2018/2019, Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Selasa (11/9/2018) siang, mengadakan Orientasi Mahasiswa Baru dan Kuliah Umum bersama Dr. M. Yunus Abu Bakar, M.Ag, yang saat ini menjabat Sekretaris Kopertais IV Surabaya.

Rektor Drs H. Abbadi Ishomuddin MA, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran Dr M Yunus Abu Bakar ke INSTIKA. “Alhamdulillah, dapat kesempatan begitu berharga dari Bapak Yunus untuk memberikan Kuliah Perdana khusus mahasiswa Pascasarjana,” ujarnya. Selain memberikan Kuliah Perdana, Rektor juga mengharapkan Dr Yunus menyampaikan kebijakan-kebijakan penting yang dikeluarkan Kopertais terkait PTKIS.

Dr. Yunus dalam pengantar kuliah umum mengatakan bahwa INSTIKA sudah layak untuk pindah status menjadi universitas. “Dengan adanya jurusan-jurusan umum yang sudah dibuka, maka INSTIKA adalah perguruan tinggi yang siap jadi universitas,” jelasnya. Sekretaris Kopertais IV ini sangat mendukung keinginan INSTIKA untuk segera alih status.

Menurutnya, untuk menjadi perguruan tinggi atau mahasiswa yang maju dan menguasai dunia, maka harus punya akses terhadap informasi. Dengan mengutip Alvin Toffler, alumni UIN Suna Kalijaga Yogyakarta ini, mengingatkan bahwa sekarang adalah era informasi. “Siapa yang menguasai informasi, maka dialah yang akan menguasai dunia,” katanya.

Untuk bisa maju, tambahnya, umat Islam juga perlu menengok masa lalunya yang pernah menggapai kejayaan. Saat itu, umat Islam dalam semangat keilmuannya tidak membedakan antara ilmu umum dan agama. Semua ilmu dipelajari. “Peradaban Islam akan mampu menggapai kemajuan apabila mengintegrasikan ilmu umum dengan ilmu agama atau ilmu-ilmu pesantren,” terangnya.

Selain itu, PTKIS yang berbasis pesantren, katanya, tidak akan menjadi sarang radikalisme apabila dengan sungguh-sungguh menjalankan karakter dan jiwa pesantren. “Seperti tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal, serta keihlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan seterusnya apabila ditanamkan dengan baik, maka radikalisme tidak akan lahir dari pesantren,” ungkapnya.

Kuliah umum dengan tema “Peran PTKIS Berbasis Pesantren dalam Mengantisipasi Radikalisme” yang dimulai pukul 13:00 WIB itu berakhir sekitar pukul 16:00 WIB. Hadir dalam kesempatan ini, Rektor dan Wakil-wakil rektor INSTIKA, para dosen dan mahasiswa Pascasarjana.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)