12 FEBRUARI 2019, KIAI MUDA ANNUQAYAH MUHAMMAD ZAMIEL EL-MUTTAQIEN WAFAT

INSTIKA Rabu, 13 Februari 2019 12:22 WIB
190x ditampilkan Headline Berita

Guluk-Guluk – INSTIKA - Kiai muda Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, K. Zamiel El-Muttaqien putra KH. Abd. Basith Abdullah Sajjad (AS) salah satu pengasuh Annuqayah wafat, Selasa (12/2/2019) sore (sekitar pukul 16:50) di Rumah Sakit Umum Mohammad Noer Pamekasan. Kabar duka ini dipastikan kebenarannya oleh sepupu almarhum yang menjadi Rektor Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Drs. KH. Abbadi Ishomuddin, MA., melalui sambungan telepon kepada instika.ac.id.

Dikabarkan oleh rektor INSTIKA, sebelum wafat, K. Miming, panggilan akrab K. Zamiel El-Muttaqien, dirawat di Puskesmas Guluk-Guluk Sumenep, Senin (11/2/2019). Karena tidak memadai, K. Miming langsung dirujuk ke RSU Mohammad Noer Pamekasan. “Beliau setelah melaksanakan tugas pesantren ke Jakarta pada Jumat lalu, sejak hari Ahad kondisi kesehatan beliau menurun. Pemicunya, selain kecapekan, juga penyakit asma dan infeksi paru,” tutur K. Abbadi.

Para alumni dan masyarakat datang memadati Annuqayah bersama ribuan santri yang menunggu kedatangan jenazah dari RSU Mohammad Noer Pamekasan. Sekitar pukul 18:00 WIB jenazah sampai di kediaman almarhum. Usai disucikan, jenazah disemayamkan di Musala Latee Annuqayah. Lalu, pukul 22:00 WIB shalat jenazah dilaksanakan di Masjid Jamik Annuqayah. Kemudian jenazah almarhum dikebumikan di dekat pusara pamannya KH. Ahmad Basyir AS, sebelah timur Rayon Al-Baysir.

Prof. Dr. KH. Abd. A’la, M.Ag., pada acara pemakaman menyampaikan, bahwa K. Miming adalah orang yang sangat baik. “Adinda K. Zamiel ini termasuk kader-kader terbaik dari PP. Annuqayah, terutama dalam bidang pengembangan ekonomi syariah, dan dalam bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap K. A’la.

Mantan rektor UIN Sunan Ampel Surabaya ini dengan kata-kata mengharukan mengungkapkan rasa dukanya yang cukup mendalam atas wafatnya K. Miming. “Sulit rasanya untuk mencari gantinya,” ujar K. A’la. Tetapi, menurut salah satu pengasuh Annuqayah ini, wafatnya K. Miming merupakan ujian bagi masyarakat pada umumnya, yakni bagaimana bisa meneruskan perjuangan mulia dari almarhum.

Rektor INSTIKA mewakili segenap civitas akademika INSTIKA mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya K. Zamiel El-Muttaqien.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)