ANGKAT MASALAH PENDIDIKAN ANTIRADIKALISME, DOSEN INSTIKA IKUT BERPARTISIPASI DI MUKTAMAR PEMIKIRAN SANTRI NUSANTARA II

INSTIKA Senin, 30 September 2019 11:24 WIB
93x ditampilkan Berita

Jakarta – INSTIKA - Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar Muktamar Pemikiran Santri Nusantara (MPSN) II, Sabtu-Senin (28-30/9/2019), di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Acara yang dihadiri para kiai, ustadz, santri, dan peneliti pesantren ini mengusung tema "Tradisi, Eksistensi, dan Perdamaian Global.”

Untuk bisa mengikuti acara tersebut, peserta harus mengirimkan naskah Call for Papers terlebih dahulu. Kemudian panitia menyeleksinya.

Di dalam pengumuman hasil seleksi naskah MPSN II nomor B-3094/Dj.I/Dt.I.V/HM.01/09/2019 dijelaskan, naskah yang diterima panitia sebanyak 547 naskah Call for Papers. Dan yang lolos seleksi, sebanyak 126 naskah. Dari 126 naskah ini, terdapat satu naskah yang ditulis oleh dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Ach. Rofiq, M.Pd.I.

Paper yang ditulis Ach. Rofiq berjudul ‘Living Aswaja sebagai Model Penguatan Pendidikan Antiradikalisme di Pesantren (Studi di Pondok Pesantren Annuqayah).’ “Tema yang saya angkat dalam paper ini barangkali cocok dengan tema besar yang disediakan panitia, yaitu ‘Modalitas Pesantren dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia’ sehingga diterima,” katanya.

Paper yang mengusung masalah bagaimana pondok pesantren Annuqayah membendung gerakan radikalisme melalui pendidikan keaswajaan ini dipresentasikan pada sesi Call for Papers.

“Bersama para penulis paper yang lain, saya mempresentasikan paper saya itu di hari kedua.  Hari pertama diisi dengan pembukaan dan panggung kebudayaan,” demikian kata dosen yang sedang menempuh S3 di IAIN Jember ini.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)