Kuliah Umum Bersama Abdul Gaffar Karim Ulas Peran Pesantren dalam Politik

INSTIKA Sabtu, 5 September 2020 14:44 WIB
168x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk -  INSTIKA -  Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep menggelar Kuliah Umum bersama Dr Abdul Gaffar Karim di Aula Assyarqawi, Sabtu (5/9/2020). Kuliah Umum kali ini mengusung tema: "Mencermati Kiprah Pesantren dalam Politik".

Wakil Rektor II KH Mohammad Hosnan MPd dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Dr Abdul Gaffar Karim yang telah bersedia hadir ke Kampus Annuqayah.

"Meski masih dalam suasana pandemi, beliau masih bersedia hadir secara fisik ke tempat ini. Kami menyampaikan banyak terima kasih," ujar K Hosnan.

Berkenaan dengan tema, K Hosnan menyampaikan, pilihan tema disesuaikan dengan momen politik di Sumenep menjelang pilkada. Menjelang pilkada ini, katanya, pesantren tidak bisa dipungkiri memiliki peran penting.

"Maka penting bagi mahasiswa baru yang tinggal atau belajar di pesantren memiliki gambaran tentang peran pesantren dalam politik," tambahnya.

Selanjutnya, K Hosnan mengatakan, menghadirkan Dr Abdul Gaffar Karim untuk berbicara politik di kampus Annuqayah merupakan suatu yang istimewa. Sebab, katanya, guru besar di bidang politik ini pernah mengulas biografi politik kiai Annuqayah.

Sementara itu, Dr Abdul Gaffar Karim pada saat mengisi Kuliah Umum sesuai tema menyampaikan beberapa hal. Di antaranya bahwa lembaga keagamaan, seperti pesantren, mempunyai peran sosial yang memberikan pelayanan dasar kebutuhan masyarakat jauh-jauh sebelum ada negara.

Ketika manusia baru pertama kali mengenal negara, ungkapnya, negara hanya mempunyai satu pelayanan, yakni pelayanan keamanan masyarakat. Sementara lembaga agama, selain juga memberikan pelayanan keamanan, juga yang sangat penting memberikan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan.

"Zaman dulu, orang berobat ke kiai," terangnya.

Selanjutnya, mantan Ketua Pengurus Cabang NU di Australia ini mengatakan bahwa kiai saat ini sangat mudah masuk dalam dunia politik. Tidak seperti dulu pada masa Orde Baru yang mendapat kekangan dari penguasa.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pesantren yang solid dan kompak dapat dengan mudah memengaruhi kebijakan-kebijakan politik. Pun pesantren menjadi salah satu lembaga keagamaan penting yang menjaga keutuhan demokrasi di Indonesia dan juga berfungsi sebagai lembaga kontrol bagi jalannya pemerintahan.

Di akhir acara, Dr Abdul Gaffar Karim berpesan kepada mahasiswa yang ingin menjadi politisi, pertama harus menjadi politisi yang memiliki program yang jelas, kedua harus menjadi politisi yang mempunyai ideologi yang jelas, dan ketiga jangan menjadi politisi yang pragmatis.

Acara yang dipandu langsung oleh Wakil Rektor I Dr H Damanhuri ini dimulai sekitar pukul 09:30 WIB dan berakhir pada pukul 11:45 WIB.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)