KKN 2021 Terapkan Model Integratif

INSTIKA Ahad, 22 Agustus 2021 15:35 WIB
66x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep menerapkan model baru dalam pelaksanaan KKN 2021, yakni KKN Integratif.

Kepala LP2M yang sekaligus ketua panitia KKN, Paisun MPdI, menyampaikan maksud penyebutan KKN Integratif. Menurutnya, disebut demikian karena KKN kali ini mengintegrasikan antara kegiatan riset dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

"Model tersebut termasuk model baru yang akan diterapkan pada KKN saat ini," katanya dalam sosialisasi petunjuk teknis pelaksanaan KKN Integratif, Ahad (22/8/2021) di Aula Pertemuan.

Wakil rektor 1 Dr H Damanhuri MAg dalam sambutannya menyampaikan sejarah pelaksanaan KKN INSTIKA yang telah menerapkan berbagai model. Misalnya, dimulai tahun 2006, katanya, INSTIKA melaksanakan model KKN konvensional. Lalu, pada 2007 model integratif. Kemudian tahun 2014-2019 menggunakan model riset-partisipatif. Tahun 2020 KKN dari rumah. Dan tahun ini kembali menggunakan istilah integratif.

"Dari segi nama memang sama dengan model KKN tahun 2007, tetapi secara teknis ada banyak perbedaan dengan tahun 2007," tegasnya. Apalagi, lanjutnya, di tahun ini masih berada dalam situasi pandemi. "Kita masih harus taat dengan protokol kesehatan," tambahnya.

Sementara itu, rektor Drs KH Ah Syamli MPdI, menyampaikan terima kasih kepada LP2M yang terus berupaya melakukan inovasi dalam pelaksanaan KKN. "Tentunya ini demi peningkatan kualitas KKN," katanya.

Rektor juga mengajak dosen pembimbing lapangan (DPL) untuk disiplin dalam membimbing mahasiswa, memberikan contoh yang baik, serta benar-benar mempelajari dan mempraktikkan konsep KKN yang diterapkan saat ini.

Karena KKN saat ini berbasis luaran. "Targetnya adalah berupa artikel jurnal ilmiah, HKI, dan pengabdian kepada masyarakat," ujarnya. Tentu untuk mencapai semua itu, lanjut rektor, DPL harus memahami model baru KKN tersebut serta sungguh-sungguh dalam membimbing mahasiswa.

Menurut sekretaris LP2M, Muhammad Takdir MHum, jumlah peserta KKN tahun ini adalah 716 orang. Dengan rincian, 324 mahasiswa dan 392 mahasiswi. "Dari jumlah peserta tersebut, dikelompokan menjadi beberapa kelompok. Ada 32 Kelompok  untuk mahasiswa. Ini dibagi lagi, 21 kelompok mahasiswa kalong dan 11 kelompok mahasiswa pondok. Untuk mahasiswi ada 38 kelompok, yang terbagi 20 kelompok mahasiswi yang tinggal di pondok, dan 18 kelompok untuk yang Kalong," jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, KKN Integratif saat ini melibatkan tujuh puluh (70) DPL. "Adapun pemberangkatan peserta KKN oleh DPL dan mahasiswa akan dilaksanakan pada tanggal 2 September dan akan ditarik kembali pada 30 September 2021," katanya.

Ketua LP2M Paisun MPdI mengharapkan dari model KKN Integratif ini akan menghasilkan luaran berupa 70 artikel jurnal ilmiah yang sudah disubmit, 70 laporan pengabdian kepada masyarakat, dan 20 karya mendapatkan HKI.

"Proyeksi tahun 2022 ada sekitar 35 artikel (50 persen) dari hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa ketika KKN terbit di jurnal ber-ISSN/Sinta 5-6," kata Paisun.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)