Fakultas Tarbiyah Bedah Buku Kitab-Kiai Madura

TARBIYAH Sabtu, 11 September 2021 17:18 WIB
71x ditampilkan Galeri Headline Berita

Sumenep -  INSTIKA - Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep bekerja sama dengan Ikatan Alumni Annuqayah (IAA), Kancakonah Kopi, dan Ikatan Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Ika Suka) Sumenep menggelar bedah buku “Kitab-Kiai Madura: Kuasa Teks dan Otoritas Keagamaan”.

Bedah buku tersebut dilaksanakan secara daring dan luring, Jum'at (10/9/2021). Secara luring, digelar di Kancakonah Kopi Sumenep. Secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Dalam kesempatan itu, hadir dekan fakultas Tarbiyah K Ubaidillah MA, wakil dekan Ach Khatib MPdI yang sekaligus moderator, penulis buku Dr H Damanhuri MAg, dan pembedah Dr Tatik Hidayati MAg.

Dekan Tarbiyah sangat mengapresiasi atas prakarsa bedah buku tersebut. "Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga bedah buku ini dapat terlaksana," katanya.

Dalam pandangannya, buku karya Dr Damanhuri yang dibedah ini masih relevan dengan pendidikan Islam. "Karena mengulas tentang karya-karya kiai, khususnya di Sumenep," ujarnya.

Sementara itu, Dr Damanhuri selaku penulis buku, menguraikan hasil penelitiannya di buku tersebut. Mulai dari karya-karya Kiai di Sumenep sampai isi dari karya itu. Dalam pandangannya, kiai adalah figur yang memiliki pengaruh dan kuasa atau otoritas yang sangat besar dalam konstruksi masyarakat Madura. 

Menurutnya, hasil penelitiannya menunjukkan, otoritas kiai dibangun oleh beberapa hal. "Di antaranya, nasab, adanya pondok pesantren, jaringan ulama' dan karyanya," katanya.

Sedangkan Dr Tatik yang banyak meneliti masalah perempuan ini, salah satunya menyampaikan bahwa ada kesalahan sebagian orang yang menganggap dengan berpoligami otoritas kiai semakin besar. "Ini tidak benar, malah ada yang semakin berkurang," ujarnya.

Hal semacam itu, tambahnya, baik juga diangkat dalam penelitian. Ia pun mengapresiasi hasil penelitian Dr Damanhuri yang memakai pendekatan sosial dalam meneliti. "Pendekatan ini memperkaya penelitian tentang peran kiai," Katanya.

Penulis: Masykur Arif