Kepala BPIP RI Dukung Upaya Peralihan Status INSTIKA Jadi Universitas

INSTIKA Selasa, 29 Maret 2022 05:58 WIB
68x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D., hadir ke Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Senin (28/3/2022).

Kehadirannya ke INSTIKA untuk mengisi Seminar Nasional dengan tema: 'Sosialisasi Ideologi Pancasila di Kalangan Santri dan Akademisi'  yang diselenggarakan Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) bekerja sama dengan BPIP RI. Acara berlangsung di Aula Assyarqawi.

Prof. Yudian Wahyudi, sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan itu menyampaikan bahwa dalam ranah kebangsaan yang plural sangat diperlukan salam pemersatu, seperti Nabi Muhammad Saw. yang mempersatukan umatnya dengan ucapan 'Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh'.

Salam pemersatu itu, katanya, adalah 'Salam Pancasila'. Menurutnya, 'Salam Pancasila' bukan untuk menggantikan ucapan salam Assalamu’alaikum punya umat Islam. Sebab, katanya, pernah ramai pembicaraan di masyarakat bahwa dirinya dituduh akan mengganti ucapan salam umat Islam itu dengan ucapan Salam Pancasila.

Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu juga menegaskan bahwa Salam Pancasila itu adalah salah satu tawaran akan problem kebangsaan. Ia menyadari masih banyak problem kebangsaan yang lain yang perlu diselesaikan. Setidaknya, dengan Salam Pancasila, menurutnya, satu problem kebangsaan, yakni bagaimana mempersatukan warga negara yang multi agama, etnis dan budaya bisa bersatu dengan salam persatuan.

Di akhir penyampaiannya Prof. Yudian Wahyudi menanggapi sambutan Rektor INSTIKA, Drs KH. Ah. Syamli MPdI., yang mengatakan bahwa INSTIKA sedang berusaha untuk beralih status menjadi universitas. Kepala BPIP itu mengatakan sangat mendukung INSTIKA segera menjadi universitas. "Saya mendoakan semoga segera menjadi universitas," katanya.

Menurut Prof Yudian Wahyudi, universitas dapat memperkuat kecintaan dan bela negara. Di Universitas diajarkan ilmu teknologi, termasuk teknologi militer, sehingga diharapkan dapat memperkuat pertahanan negara. "Berdirinya universitas tentu untuk memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara dan pengabdian kepada agama," katanya.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)