Pesan Pengasuh pada Pelepasan Peserta KKN Putra INSTIKA 2022: Banggakan Guru dan Orang Tua

INSTIKA Selasa, 26 Juli 2022 14:33 WIB
93x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif 2022 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep menerjunkan peserta KKN ke lapangan dalam dua tahap. Tahap pertama untuk putri. Terhitung 366 peserta KKN putri yang diterjunkan ke lapangan, Senin (25/07/2022) pagi.

Hari ini (Selasa, 26/07/2022) pagi dilakukan pelepasan dan pemberangkatan tahap kedua, yakni untuk peserta putra. Tercatat 249 peserta putra yang diterjunkan ke lokasi KKN.

Secara keseluruhan, peserta KKN tahun ini sebanyak 615 (putra dan putri). Peserta putri dibagi menjadi 41 kelompok yang ditempatkan di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Guluk-Guluk, Ganding, Lenteng, dan Pragaan. Sementara peserta putra dibagi menjadi 28 kelompok yang juga ditempatkan di empat kecamatan, yakni Batang-Batang, Ambunten, Batu Putih, dan Dasuk.

Pada pelepasan peserta putri, K. Halimi Ishomuddin, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, hadir memberikan tausiah (Berita tentang ini silahkan buka link berikut: https://bit.ly/3PCpMIn). Sedangkan untuk tausiah khusus peserta putra, panitia juga menghadirkan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, yaitu K.H. Muhammad Ali Fikri.

K.H. Muhammad Ali Fikri menyampaikan beberapa pesan kepada peserta KKN, di antaranya, pertama, peserta KKN harus menyadari bahwa dirinya adalah santri Annuqayah atau santrinya Kiai Mohammad Syarqawi. Meskipun tidak diajari secara langsung oleh Kiai Syarqawi, namun melalui perantara para guru dan lain sebagainya, peserta KKN tetap adalah santri Kiai Syarqawi.

Kedua, Kiai Fikri mengimbau agar peserta KKN menjaga akhlakul karimah. "Setinggi apa pun ilmu seseorang tidak akan ada gunanya tanpa akhlakul karimah, bahkan bisa berbahaya," dawuh Kiai Fikri.

Menurut Kiai Fikri, orang pandai tapi bersekongkol dengan nafsunya dapat membuat ilmunya tidak berkah. Demikian juga, orang pintar tapi ibadahnya menurun ini menandakan bahwa ilmunya tidak berkah. Dan, keberkahan ilmu tidak diukur seberapa banyak ilmu diperoleh. "Meski sedikit asal berkah akan menjadikan hidup selamat dunia dan akhirat," jelas Kiai Fikri.

Ketiga, peserta KKN harus siap menjadi santri dan mahasiswa yang dapat membanggakan guru dan orang tua. Menurut Kiai Fikri, salah satu cara membahagiakan guru dan orang tua adalah tidak menyeleweng di masyarakat. "Jika saudara berusaha menghindari hal-hal buruk di masyarakat, maka saudara sudah membahagiakan guru," terang Kiai Fikri.

Keempat, Kiai Fikri mengingatkan bahwa KKN adalah amanah, ilmu, usia, dan rezeki juga adalah amanah. Karena itu, kata Kiai Fikri, amanah harus dijalankan dengan baik.

Kelima, Kiai Fikri juga mengingatkan bahwa peserta KKN akan menghadapi KKN yang lebih panjang. Setelah wisuda akan KKN lagi, seperti menikah, bekerja dan lain sebagainya adalah kuliah nyata. Namun, seperti apa pun statusnya setelah menjadi alumni, Kiai Fikri mengimbau agar tidak memutus status sebagai santri Annuqayah. Sebab, hal ini dapat memutus keberkahan ilmu yang diperoleh dari Annuqayah.

Di akhir tausiah, Kiai Fikri mendoakan seluruh peserta KKN mendapatkan ilmu yang berkah. "Mudah-mudahan pengalaman kalian selama KKN membawa berkah. Mudah-mudahan ilmu yang didapat membawa berkah," doa Kiai Fikri.

Peserta KKN putra, secara resmi dilepas oleh Wakil Rektor I Dr. H. Damanhuri, M.Ag. Pelepasan ini secara simbolik dilakukan dengan pemakaian jas almamater KKN kepada salah satu peserta KKN dan pelepasan balon yang bertuliskan "KKN INSTIKA 2022."

Dr. Damanhuri juga mengingatkan agar peserta KKN benar-benar menjaga akhlakul karimah sebagaimana yang disampaikan pengasuh Annuqayah, Kiai Fikri.

Wakil rektor I ini juga mengimbau kepada peserta KKN agar memaksimalkan riset dan pengabdian yang menjadi program KKN. Banyak silaturahmi ke tokoh-tokoh masyarakat. Dan, memberikan informasi kepada panitia apabila ada hal-hal yang patut diinformasikan.

"Jaga kesehatan di lokasi KKN. Semoga kalian diberi kemudahan dan kelancaran dalam segala usaha dan urusan." pungkasnya.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)