Kaprodi PAI Pascasarjana INSTIKA Sukses Raih Gelar Doktor di UIN Malang

INSTIKA Sabtu, 16 Juli 2022 18:34 WIB
278x ditampilkan Galeri Headline Berita

Malang - INSTIKA - Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Abd. Warits, M.Pd.I., meraih gelar doktor dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (15/07/2022).

Abdul Warits sukses meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam Meningkatkan Daya Saing (Studi Multikasus di IAIN Madura dan INSTIKA Guluk-Guluk),’ di hadapan para penguji pada Sidang Promosi Doktor Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam UIN Maliki Malang.

Bertindak sebagai Penguji utama Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd., Ak., Penguji Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag., Penguji Dr. H. Moh Padil, M.Pd., Ketua/Penguji Prof. Dr. H. Zainuddin, M.A., Sekretaris/Penguji Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., Promotor/Penguji Prof. Dr. H. Mulyadi, M.Pd.I., Co-Promotor/Penguji Prof. Dr. Hj. Suti'ah, M.Pd.

Dalam sidang promosi doktornya, Abd. Warits menjelaskan tentang keunggulan satu perguruan tinggi dibanding dengan perguruan tinggi lain sebagai daya saing untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi dituntut memiliki competitive distinctive (ciri khas) dan comparative advantages (keunggulan) untuk memaksimalkan proses pembelajaran dan melahirkan lulusan terbaik.

"Saya fokus pada tiga masalah penelitian, pertama, konsep manajemen inovasi perguruan tinggi, kedua, implementasi manajemen inovasi perguruan tinggi, dan ketiga, implikasi manajemen inovasi perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing," katanya.

Secara sederhana, temuan penelitiannya adalah, pertama, konsep manajemen inovasi perguruan tinggi dilakukan melalui adopsi dan modifikasi serta menambahkan nilai-nilai baru berbasis lokal wisdom. Kedua, implementasi manajemen inovasi dilakukan melalui penyusunan perencanaan berbasis RIP dan Renstra, pengorganisasian sumber daya dan aset, pelaksanaan dan evaluasi terhadap capaian inovasi. Ketiga, implikasi manajemen inovasi dalam meningkatkan daya saing adalah terbentuknya konstruksi keilmuan berbasis keagamaan dan budaya lokal, terciptanya integrasi keilmuan dalam pembelajaran, meningkatnya kompetensi dosen, tingginya publikasi dan sitasi karya ilmiah, terpenuhinya sarana dan prasarana pembelajaran, dan lain-lain.

"Adapun temuan formal penelitian saya itu adalah, manajemen inovasi perguruan tinggi Islam dalam meningkatkan daya saing melalui pengembangan karakter exelensy berbasis local wisdom," tambahnya.

Salah satu penguji bertanya, apakah ciri khas dan keunggulan INSTIKA yang fokus pada semboyan "Taktakrama" dengan tujuan melahirkan pribadi "Andhep Ashor" (sosok yang punya budi pekerti luhur, sopan, dan santun dalam berinteraksi) masih relevan di zaman milenial dengan angka kesopanan remaja yang semakin menurun?

Kaprodi PAI Program Pascasarjana INSTIKA itu menjawab bahwa penelitiannya menelaah manajemen inovasi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dan INSTIKA Guluk-Guluk Sumenep, dalam meningkatkan daya saing, dengan tiga fokus penelitian. Pertama, konsep manajemen inovasi perguruan tinggi. Kedua, implementasi manajemen inovasi perguruan tinggi. Ketiga, implikasi manajemen Inovasi perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing. "Fokus penelitian saya adalah tiga hal ini," terangnya.

Kesuksesannya dalam mempertahankan hasil penelitian disertasinya di hadapan para penguji telah menjadikannya sebagai doktor yang ke-521 di UIN Malang. Sementara di tempatnya mengabdi, yakni INSTIKA, tercatat sebagai doktor yang ke-16.

Rektor, Drs. K.H. Ah. Syamli, M.Pd.I., dan seluruh civitas academica INSTIKA mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Abd. Warits, M.Pd.I., atas keberhasilannya meraih gelar doktor di Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang

Penulis: Masykur Arif (LP2D)