Siap Implementasikan Merdeka Belajar, INSTIKA Gandeng UNISMA Garap Kurikulum MBKM

INSTIKA Ahad, 17 Juli 2022 15:41 WIB
142x ditampilkan Galeri Headline Berita

Sumenep - INSTIKA - Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep siap mengimplementasikan program pemerintah terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sehubungan dengan ini, INSTIKA menggandeng Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam menggarap kurikulum MBKM berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kegiatan ini dilaksanakan dalam Workshop Kurikulum KKNI-MBKM, Sabtu sampai Ahad (16-17/07/2022), di Hotel Kaberaz, Sumenep.

Dari INSTIKA hadir Wakil Rektor I Dr. H. Damanhuri, M.Ag., Wakil Rektor III M. Mushthafa, M.A., seluruh dekan dan wakil dekan, seluruh kaprodi dan perwakilan dua dosen tetap masing-masing prodi.

Sementara itu, dari UNISMA hadir Drs. Anwar Sa'dullah, M.Pd. (Pimpinan FAI UNISMA), Dr. Muhammad Sulistiono, M.Pd. (Tim Kurikulum FAI UNISMA), dan Indhra Mustofa, M.Pd. (Tim Kurikulum FAI UNISMA).

Dr. Damanhuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa review kurikulum merupakan suatu hal yang niscaya bagi perguruan tinggi minimal 2 tahun sekali. Dalam catatannya, INSTIKA terakhir mereview kurikulum tahun 2016 berupa kurikulum KKNI.

Dalam pandangannya, kurikulum MBKM adalah suatu amanah dari kementerian DikBudRistek yang perlu ditindaklanjuti dan dijalankan oleh perguruan tinggi.

"Berdasarkan dua hal tersebut, maka INSTIKA membentuk tim pelaksana review kurikulum dengan mengajak semua pengelola program studi untuk bersama-sama mereview kurikulumnya dan merumuskan Kurikulum MBKM," katanya.

Wakil Rektor I ini mengharapkan dari workshop ini bisa menghasilkan kurikulum MBKM untuk diimplementasikan dalam perkuliahan semester ganjil 2022/2023.

"Terima kasih atas kesediaan Tim UNISMA untuk membimbing, mengarahkan hingga dapat membantu prodi menyelesaikan kurikulum MBKMnya," pungkasnya.

Pada akhir kegiatan workshop, Drs. Anwar Sa'dullah, M.Pd., meminta supaya buku pedoman pelaksanaan kurikulum MBKM sudah selesai. Agar ketika diimpelementasikan benar-benar punya dasar pedoman. Meski demikian, tambahnya, buku pedoman bisa diubah apabila ketika dilaksanakan tidak sesuai dengan harapan.

"Saya mendoakan semoga INSTIKA semakin maju, semakin jaya, bermanfaat dan barokah," pungkasnya.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)