FGD KKNI-MBKM Fakultas Tarbiyah Libatkan Stakeholder

TARBIYAH Senin, 22 Agustus 2022 11:56 WIB
165x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Penyusunan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang berorientasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) perlu melibatkan semua pihak, khususnya stakeholder.

Karena itu, Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, yang memiliki tiga program studi; Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), mengundang stakeholder untuk memberikan masukan dalam penyusunan kurikulum KKNI-MBKM.

Pertemuan dengan stakeholder itu dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum MBKM, Ahad (21/08/2022), di Aula Pertemuan INSTIKA.

Dari pihak internal, hadir Ketua Yayasan Annuqayah Drs. K.H. Abbadi Ishomuddin, M.A., Wakil Rektor I Dr. H. Damanhuri, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah, K. Ubaidillah, M.A., Wakil Dekan Dr. Ach. Khatib, M.Pd.I., Kaprodi PAI Muhammad Nihwan, M.Pd.I., Kaprodi PBA K. Ahmad Faris, M.Pd.I., Kaprodi PIAUD Mohammad Afnan, M.Pd.I., dan dosen tetap beserta perwakilan mahasiswa dari tiga prodi di fakultas Tarbiyah.

Sementara dari stakeholder atau dari pihak eksternal, hadir Ali Wafa, S.Pd.I. (Pengawas Pendidikan Kepulauan dan Daratan Sumenep), Siti Aisyah, M.Pd.I. (Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Sumenep), Millatul Hasanah (Guru Penggerak, Sumenep), Asy'ari Khatib (perwakilan MA 1 Annuqayah), Ramli, S.Pd.I. (MA Al-Falah Lenteng Barat), Faizatin, S.Pd.I. (perwakilan Alumni), dan Hasan Basri (perwakilan MTs. Raudlah Najiyah Lengkong Sumenep).

Wakil Rektor I, Dr. H. Damanhuri, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan, MBKM pada prinsipnya ingin melahirkan kemandirian dalam belajar sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. "MBKM juga termasuk amanah dari Kementerian DikBudRistek yang memang perlu diterapkan di perguruan tinggi," katanya.

Sementara, Ketua Yayasan Annuqayah, Drs. K.H. Abbadi Ishomuddin, M.A., menyampaikan, perguruan tinggi harus mampu menginterpretasikan kurikulum yang ada ke dalam kerangka pembelajaran yang benar-benar memberikan manfaat kepada mahasiswa.

Selain itu, lanjut Kiai Abbadi, lembaga-lembaga pendidikan di Annuqayah diharapkan memiliki keunggulan sehingga menjadi rujukan bagi lembaga-lembaga pendidikan di Sumenep, khususnya, dan di Indonesia pada umumnya.

Demikian juga diharapkan, lulusan Annuqayah memiliki distingsi dengan lulusan yang lain, yaitu dengan cara menanamkan nilai-nilai kepesantrenan yang kemudian disesuaikan dengan keahliannya.

"Yang lebih penting lagi, lulusan Annuqayah bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, tidak hanya bermanfaat untuk akreditasi," jelas Kiai Abbadi.

Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Ach. Khatib, M.Pd.I., menyampaikan terima kasih kepada stakeholder yang hadir dalam kegiatan FGD tersebut. "Kami mengucapkan banyak terima kasih atas segala masukan dari berbagai pihak yang hadir pada kesempatan ini. Semua masukan sangat bermanfaat dalam penyusunan kurikulum merdeka yang sedang kami garap," katanya.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)