KKN Reguler Berbasis Pesantren 2026, K.M. Ainul Yaqin: Perbaharui Niat Mengabdi di Masyarakat

Sumenep, UA Media — Kiai Muhammad Ainul Yaqin, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annnuqayah mengajak kepada ratusan mahasiswa yang akan menjalani KKN Reguler berbasis pesantren agar senantiasa memperbaharui niat di dalam pengabdian di masyarakat.

“Saya percaya karena santri memang mestinya bisa beradaptasi. Karena itu, saya menitipkan, berpesan perbaharui niat lagi bahwa anda kuliah karena akan menjadi santri, terlepas bahwa anda memilih UA memang karena ingin menjadi santri atau karena pertimbangan lainnya atau karena niat ingin berbakti kepada orang tua sehingga memilih dan menetapkan diri menjadi mahasiswa UA berarti sekaligus menjadi santri. Karena, jelang pemberangkat KKN, hayati kembali, niatkan kembali, sadari kembali bahwa para mahasiswa yang akan berangkat KKN merupakan santri pondok pesantren Annuqayah,” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan kepada saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Pelepasan dan Launching KKN Reguler berbasis pesantren di Aula As-Syarqawi, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia berharap kehadiran mahasiswa di masyarakat diharapkan tetap menjaga marwah Pondok Pesantren Annuqayah sebagai lembaga yang mengirim mahasiswa, mengutus mahasiswa untuk melakukan kerja nyata di masyarakat. Sekaligus menjaga marwah tempat  mahasiswa melaksanakan KKN 2026.

“Karena harus dipahami ada beberapa lembaga yang akan anda tempati lebih konservatif ketimbang Annuqayah. Jadi, apa yang nampak biasa bagi anda, ketika dilakukan di lembaga pendidikan tempat anda nanti melaksanakan KKN itu dianggap terlalu progresif,” tambahnya.

Kiai Ainul Yaqin juga mengingatkan agar mahasiswa senantiasa berhati-hati di dalam menggunakan medsos meski banyak sekali setiap aktifitas KKN yang dilakukan oleh mahasiswa.  

“Setiap posko biasanya mempunya akun medsos. Berhati-hatilah. Jangan sembarangan mengupload konten yang menurut pribadi anda mungkin biasa, tapi bagi orang lain atau sebagian orang lain atau bagi pengasuh anda itu dianggap tidak pantas. Ini memang persoalan yang relative sulit karena tidak lepas dari semua aktifitas, tapi yang paling aman mungkin kegiatan yang diupload di media sosial merupakan kegiatan kolektif,” katanya.

Dewan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee ini berpesan agar di dalam mengamalkan ilmunya di tengah-tengah masyarakat diniatkan mengabdi kepada Annuqayah dan lembaga tempak lokasi pengabdian.  

“Niatkan bahwa anda mengabdi kepada Annuqayah dalam mengamalkan ilmunya agar menjadi syiar bahwa pondok pesantren Annuqayah masih bisa dipercaya sebagai lembaga pendidikan di tengah-tengah masyarakat dan sekaligus niatkan mengabdi kepada tempat dimana anda ditempatkan KKN,” pungkasnya.

Abdul Warits (Humas)