KKN INSTIKA Olah Asam Menjadi Manisan dan Jamu Sinom

LP2M Rabu, 9 Agustus 2017 10:25 WIB
234x ditampilkan Berita

AMBUNTEN-Ahad (06/08), pengolahan asam menjadi manisan dan jamu sinom dilaksanakan di Balai Desa Beluk Kenek Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata) Riset Partisipatif INSTIKA 2017 bersama ibu-ibu PKK ( Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Desa Beluk Kenek. Peserta dalam kegiatan tersebut berjumlah 80 orang.

Ketua posko XXXVII Desa Beluk Kenek, Maizatul Amamah menyampaikan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk memanfa’atkan hasil alam berupa asam. “ Disini banyak sekali pohon asam dan buahnya tidak diolah hanya dijual mentahnya saja, jadi kami berinisiatif mengolahnya agar bernilai lebih “, ungkap Maiza, sapaan akrab Maizatul Amamah. Di tengah sulitnya air untuk bertani, sangat penting kiranya mengolah asam yang memang banyak di desa tersebut.

Manisan dibuat dengan bahan seperti gula, jahe, asam, tepung roti, air dan gula pasir. Sedangkan jamu dibuat dengan bahan seperti daun asam jawa yang masih muda (sinom), kunyit, asam jawa, gula merah, gula pasir, air dan kayu manis. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 13:45 Wib.

Selesai dibuat, ibu-ibu PKK dipersilahkan mencoba hasil dari olahan asam menjadi manisan dan jamu sinom yang diolah oleh peserta KKN. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu anggota PKK, ibu Suhartatik mengatakan bahwa beliau akan mencoba membuat di rumahnya. “ Mari dik, kapan-kapan saya akan buat juga dirumah, terro acuwelle keya ”, ungkapnya dengan logat jawa yang kental. Beliau memang asli Surabaya dan menetap di Desa Beluk Kenek.

 Peserta KKN Instika Desa Beluk Kenek tidak hanya mengadakan kegiatan untuk membuat saja. Tapi mereka akan memasarkan hasil dari pembuatan manisan dan jamu sinom tersebut. Ditaruh ketoko-toko terdekat dan tempat-tempat yang ramai sebagai bukti bahwa pengolahan asam jawa tersebut tidak hanya untuk dibuat saja tetapi bisa menghasilkan uang sebagai penunjang ekonomi masyarakat sekitar. Pembuatan manisan dan jamu sinom tersebut berakhir pada pukul 16:21 Wib. (Oleh: Faridatur Rahmah/ KKN Posko XXXVII)