PBA INSTIKA IKUTI LOKAKARYA II LINGUISTIK KORPUS ARAB DI INDONESIA

TARBIYAH Sabtu, 20 Januari 2018 15:51 WIB
210x ditampilkan Berita

Gontor - InstikaTarbiyah - Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) mengikuti Lokakarya II Linguistik Korpus Arab di Indonesia yang diadakan Ikatan Pengajar Bahasa Arab Indonesia (Ittihad Mudarrisi al-Lughoh al-Arabiyah-IMLA) dan Markazul Buhus wat Tawashul Ma’rifi (Center for Research and Intercommunication Knowledge-CFRIK) Saudi Arabia di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Selasa hingga Kamis (16-18/01/2018).

Acara ini diikuti oleh peserta yang tergabung dalam IMLA, pengajar bahasa Arab di pondok pesantren, dan dosen bahasa Arab dari prodi PBA seluruh Indonesia. Dari PBA Instika hadir Kaprodi PBA Ubaidillah S.S MA, dosen PBA Moh. Shalahuddin A. Warits S.S M.Hum dan Hoirun Nahdiyah M Pd I.

Berdasar penuturan Hoirun Nahdiyah, secara umum acara tersebut bertujuan memperkenalkan, mempraktikkan, dan mengembangkan model-model penelitian kebahasaan berbasis linguistik Korpus Arab. 

Dalam unida.gontor.ac.id dijelaskan, Korpus Arab merupakan pengembangan kajian linguistik Arab yang menggunakan teknologi modern (komputer/internet). Melalui bantuan teknologi modern inilah lahirlah Korpus Linguistik Bahasa Arab yang kemudian disingkat Korpus Arab.

Dijelaskan pula, banyak kitab-kitab dan manuskrip berbahasa Arab yang ditulis ulama-ulama Indonesia yang mencerminkan kekhasan bahasa Arab di Indonesia belum disentuh oleh para pengkaji bahasa Arab. Karenanya, diharapkan melalui Korpus Arab ini koleksi teks bahasa Arab yang disusun dengan rapi melalui teknologi modern dapat merepresentasikan khazanah pemakaian bahasa Arab di Indonesia yang bervariasi.

Selain hadir sebagai peserta, prodi PBA Instika juga menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) dengan IMLA selaku induk organisasi pengajar bahasa Arab di Indonesia. Dari pihak PBA Instika MoU ditandatangani langsung oleh Kaprodi PBA Ubaidillah S.S MA. Sementara dari pihak IMLA ditandangani oleh Prof. Dr. Imam Asrori, M.Pd.I.

Dengan MoU tersebut, menurut Hoirun Nahdiyah, kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama dalam bidang pengabdian, penelitian, dan pendidikan. “Hak kita dalam kerjasama ini adalah mendapatkan pembiayaan untuk pengadaan aplikasi korpus, mendapatkan pelatihan berkelanjutan, mendapatkan pengakuan akademik berupa sertifikat, dan mendapatkan apresiasi berupa pencantuman logo lembaga,” tambah Bu Ira sapaan akrab Hoirun Nahdiyah.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)