REFLEKSI HARI SANTRI, UKM GENDEWA GELAR BINCANG-BINCANG PUISI

INSTIKA Kamis, 24 Oktober 2019 10:31 WIB
120x ditampilkan Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Gendewa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep mengadakan refleksi Hari Santri Nasional (HSN) 2019 yang dikemas dalam bingkai Talk Show dengan tema “Santri Berpuisi Damailah Negeri” di halaman Kampus INSTIKA, Rabu (23/10/2019).

Sastra pesantren sampai detik ini menjadi rangkaian polemik kebudayaan yang tak kunjung merangkak dari porsinya sebagai wacana kebudayaan, sehingga kita memaknainya sebagai bentuk gerakan Sastra NU yang mendorong para santri untuk mengejawantahkan wajah asli pesantren ke dalam sebuah syair dan puisi, ungkap Imam Hambali sebagai ketua UKM Gendewa.

Tak kalah juga sang penyaji Mahendra Cipta menyampaikan materinya, bahwa santri tidak hanya berkutat pada kajian kitab kuning belaka. Karena pada hakikatnya, santri sudah mengenal syair-syair dan karya sastra ulama terdahulu dalam sebuah bingkai Nadhoman Alfiah, Imriti, dan sebagainya. Dengan demikian, santri bisa menjadikan kitab kuning sebagai pondasi dan daya imajinasi dalam membuat sebuah puisi pesantren.

Lebih jauh Mahendra Cipta mengatakan bahwa ada tiga bentuk dalam membuat puisi pesantren: Pertama, puisi mampu menceritakan sejarah perjuangan ulama NU, kiai, perjalanan santri di pesantren dalam diksi-diksinya.

Kedua, puisi harus memiliki kebijaksanaan yang pijakannya pada nilai-nilai religius. Karena pada hakikatnya peradaban Indonesia dimulai dari santri yang diejawantahkan dalam bentuk puisi.

Ketiga, puisi harus memiliki sains of crisis. Maksudnya santri harus menghangatkan kembali jati diri santri dalam bentuk puisi.

Reporter: Firdausi

Editor: Masykur Arif