Mahasiswi INSTIKA: Meski KKN Sudah Selesai, Program Tetap Kami Jalankan

INSTIKA Senin, 15 Juni 2020 11:05 WIB
114x ditampilkan Berita

Gapura - INSTIKA - Perguruan tinggi mempunyai tri darma yang tak henti digaungkan yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini nyatanya telah melekat dalam jiwa mahasiswi Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep. Dia adalah Faridatul Jannah mahasiswi Prodi  Pendidikan Agama Islam (PAI) semester akhir. 

Pada Juli lalu dirinya bersama teman-temannya peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang satu posko dengannya membuat program penghijauan di Yayasan Manhalul Irfan Gapura, tempat di mana ia mengabdikan diri pada masyarakat. Beberapa bulan kemudian tepatnya bulan Oktober penghijauan dilakukan kembali di almamaternya MA 1 Annuqayah Putri. Konservasi tersebut dilakukan sekaligus perayaan hari jadi Jawa Timur ke-74.

Kepeduliannya pada masyarakat dan lingkungan tidak berhenti di situ saja, baru-baru ini juga digelar penghijauan di lingkungan Madrasah Al-Hidayah, tepatnya pada Selasa, 9 Juni 2020. Ketiga kegiatan tersebut digelar atas kerja samanya dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) wilayah Sumenep. 

Konservasi ini dilakukan selain karena rasa kepeduliannya kepada masyarakat juga berangkat dari kegelisahannya melihat kondisi alam yang sudah sangat terpuruk sehingga banyak dijumpai berbagai bencana alam belum lagi persoalan yang tak kunjung selesai yaitu covid-19. Hal ini semakin meneguhkan Farida, sapaan akrabnya, untuk segera bangkit dari berbagai persoalan. Ia juga meyakini salah satu upaya untuk melestarikan alam dengan aksi menanam pohon sebanyak ia mampu. 

Gerakan ini didapat dari pengabdiannya selama KKN di Gapura. Selama di tempat KKN selain mengabdi ia juga membangun relasi salah satunya dengan pihak CDK yang berlangsung sampai saat ini. "KKN boleh selesai, tapi programnya tetap kami jalankan," katanya. 

Pada sambutannya, Faridatul Jannah menyampaikan semoga upaya pengabdian ini  menjadi awal untuk terus ingat pada guru dan almamater yang telah membesarkan para alumni.

Kegiatan ini sangat disambut baik oleh K. Moh Farid selaku kepala MI Al-Hidayah hal ini menandakan bahwa alumni masih ingat dengan guru dan almamater yang telah membesarkannya. Selain itu beliau juga menambahkan bahwa Kuliah Kerja Nyata tidak hanya sebatas formalitas ketika KKN tersebut berlangsung, tapi mampu menjadi realitas hingga detik ini.

Pihak CDK juga sangat mengapresiasi terhadap kegiatan ini, “Ini sebuah terobosan bahwa pemuda-pemudi ini bisa membaca keadaan masyarakat dan lingkungan yang membutuhkan uluran tangan kalian ”, ujarnya.

Penulis: Nur Iskandar (Mahasiswa Perbankan Syariah)