DR AGUS ZAINAL ARIFIN: 3 HAL YANG MEMBUAT ARTIKEL BERKUALITAS

INSTIKA Ahad, 17 Februari 2019 17:48 WIB
282x ditampilkan Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Artikel yang berkualitas dapat dilihat dari 3 aspek. Demikian kata Dr. Agus Zainal Arifin, M.Kom., dekan Fakultas Teknologi Informasi ITS Surabaya, saat mengisi Seminar Sehari bertema, “Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Publikasi Ilmiah.” Seminar ini digelar oleh Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) di Ruang Pertemuan INSTIKA, Sabtu (16/2/2019).

3 aspek itu adalah: (1) metode, (2) kontribusi, dan (3) tata tulis. “Tiga hal inilah yang dapat dijadikan ukuran bagus tidaknya sebuah tulisan,” lanjut Dr. Agus. Menurutnya, apabila metode yang digunakan bagus dan kontribusinya memperlihatkan kebaruan serta tata tulisnya tersusun dengan baik, maka artikel itu dapat dikatakan berkualitas. Semua tulisan yang terindeks di Scopus adalah tulisan yang memenuhi 3 standar tersebut.

Sebenarnya, kata Dr. Agus, terdapat beberapa tingkatan kualitas kepenulisan, yaitu pertama taraf pengalihan pengetahuan (transfer of knowledge). Pada taraf ini tulisan hanya sekadar memparafrasakan dari hasil penelitian yang sudah ada. Tidak ada metode dan kontribusi yang baru. Hanya sekadar mengulang apa yang sudah diulas oleh orang lain. Ini tingkatan tulisan yang paling rendah.

Kedua, taraf penyesuaian (adaption). Pada taraf ini, seorang penulis hanya menggunakan objek yang berbeda dari hasil penelitian sebelumnya. Sementara metode yang digunakan dan kontribusinya sama. Artikel semacam ini hanya memperlebar metode dan teori pada objek yang berbeda.

Ketiga, taraf pembaharuan (innovation). Pada taraf ini terdapat inovasi yang hasilkan oleh si peneliti. Biasanya, inovasi yang dihasilkan adalah berupa gabungan dua teori yang kemudian menghasilkan teori baru, berupa teori ketiga. Hasil penelitian semacam ini sudah termasuk yang bagus.

Keempat, taraf perekaan (invention). Metode dan kontribusi yang dihasilkan pada taraf ini memiliki bobot ilmiah yang tinggi. Karena semuanya baru, tidak sekadar mengulang metode atau menggabungkan teori yang sudah ada.

Kelima, taraf pengungkapan (discovery). Hasil penelitian pada taraf ini merupakan temuan yang bernar-benar murni dan baru sehingga dilirik oleh banyak orang. Dengan kata lain, temuannya akan menjadi spektakuler dan orang yang menemukannya biasanya akan meraih hadiah nobel.

Menurut Dr. Agus, para penulis dapat menilai artikelnya melalui tingkatan kualitas kepenulisan tersebut. Tulisan yang masuk pada taraf pertama dan kedua sulit untuk masuk di jurnal-jurnal bereputasi yang terindeks di Scopus.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)