Dosen Diminta Ikut Sosialisasikan KEM

INSTIKA Kamis, 10 September 2020 05:40 WIB
104x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Kode Etik Mahasiswa (KEM) menjadi salah satu topik pembicaraan dalam Silaturahim antara Pimpinan dan Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Rabu (9/9/2020) di Ruang Pertemuan.

Pasalnya, masih ada beberapa mahasiswa yang terlihat tidak mematuhi KEM pada saat mengikuti perkuliahan. Seperti menggunakan celana jeans dan tidak menggunakan songkok hitam nasional.

Karena itu, Rektor Drs KH Ah Syamli MPdI meminta dosen ikut memantau akhlak mahasiswa, mulai dari perilakunya sampai busananya, serta ikut menegur mahasiswa apabila tidak mematuhi KEM.

Rektor mengatakan bahwa KEM disusun berdasarkan pada peraturan pesantren. Sebab, INSTIKA berada di bawah naungan Pondok Pesantren.

Sehubungan dengan itulah, Wakil Rektor III K M Mushthafa MA, meminta dosen ikut mensosialisasikan KEM kepada mahasiswa ketika mengajar. Di samping itu, WR III meminta dosen juga memberikan motivasi belajar.

"Motivasi belajar dan bimbingan untuk menjaga akhlak kesantrian merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga," kata K Mushthafa dalam sambutannya.

Namun, sebelum memberikan arahan kepada mahasiswa untuk mematuhi KEM, rektor mengingatkan, dosen terlebih dahulu harus mematuhi kode etik dosen.

"Di dalam kode etik dosen, mungkin secara umum berkaitan dengan etika (dengan akhlakul karimah). Kita harus patuhi terlebih dahulu, agar mahasiswa juga ikut melaksanakan kode etik atau tatakrama yang kita tetapkan," jelas K Syamli.

K Mushthafa kemudian memperjelas maksud penjelasan rektor tersebut. Katanya yang sangat penting bagi dosen adalah memberikan contoh atau keteladanan kepada mahasiswa. Sehingga, lanjutnya, kode etik tidak hanya menjadi catatan di atas lembaran-lembaran kertas.

Secara lebih detail, K Syamli juga menguraikan tentang akhlak dosen yang harus sesuai dengan kode etik pesantren. Dicontohkannya, misalnya, dosen putra harus juga menggunakan songkok hitam nasional, jangan menggunakan celana pensil, dan jangan menyerobot tempat atau waktu kuliah dan mahasiswa yang dijadwalkan khusus dosen lain.

Untuk dosen putri diharapkan juga demikian. Khususnya dalam soal busana. Rektor meminta dosen putri menggunakan busana yang sesuai nilai-nilai kepesantrenan.

"Mohon kerjasamanya dan dukungannya agar mahasiswa kita baik dan semangat untuk mematuhi KEM," kata K Syamli.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)